Sigit Wasi W (2006)
Saat ini kebutuhan sistem monitoring di berbagai sektor meningkat dengan pesat. Semakin banyak sistem monitoring diimplementasikan baik untuk tujuan peningkatan di aspek keamanan maupun di aspek produktivitas. Implementasi selalu didasari kebutuhan untuk dapat secara kontinu memantau dan merekam segala aktivitas yang berlangsung di suatu lokasi dengan harapan ketika terjadi suatu hal kritis / penting, maka dapat segera diketahui dan ditangani.
Implementasi untuk aspek keamanan sebagai contoh seperti yang diterapkan di perbankan, pergudangan, perkantoran, di berbagai fasilitas publik seperti bandara, stasiun, dll, hingga di implementasi di rumah tinggal. Impelementasi untuk kepentingan produktivitas dapat dilihat seperti yang diterapkan di sektor manufaktur atau industri di mana manajemen dapat memonitor atau memantau aktivitas produksi para pekerja / buruh, mengkontrol instrumentasi proses, instalasi permesinan, dll. Dan tentunya masih banyak tujuan-tujuan lain yang mendasari implementasi sistem monitoring tersebut.
Teknologi yang telah banyak digunakan dan dimanfaatkan adalah CCTV atau Closed Circuit TeleVision. Hanya saja cctv dengan segala kelebihannya kebanyakan membutuhkan biaya yang relatif tinggi untuk implementasinya serta dibutuhkan tenaga khusus untuk implementasinya.
Dengan perkembangan teknologi jaringan dan komputer yang semakin pesat saat ini, muncul pula pengembangan di bidang sistem monitoring dengan memanfaatkan teknologi komputer dan jaringan komputer dengan sistem yang lebih sederhana dan lebih ekonomis. Salah satunya adalah pemanfaatan IP-Network Camera, yaitu suatu perangkat kamera monitor yang memiliki built-in IP address dan dapat dipasang di jaringan komputer yang ada sehingga monitoring dapat dilakukan dari komputer di tempat lain secara remote. Bahkan dengan sistem ini, monitoring dapat dilakukan via koneksi internet, dengan bandwidth yang cukup (min. 128Kbps upload), sehingga dari lokasi yang jauh misalnya antar kota monitoring tetap dapat dilakukan dengan mudah.

Salah satu produk untuk sistem ini adalah yang dikeluarkan oleh vendor kamera Orite, yaitu : Orite IP-Camera. Orite IP-Camera adalah suatu produk camera dengan built-in IP address dan protokol ethernet. Karena dapat memiliki IP-address sendiri baik statik atau dinamik dengan DHCP, kamera in dapat secara langsung dihubungkan ke port ethernet RJ45 ke hub atau switch hub dan anda dapat langsung memonitor dari manapun melalui jaringan lokal / intranet ataupun melalui koneksi internet. Dengan kemampuan tersebut, Orite IP Camera menjadi suatu stand-alone network camera yang tidak membutuhkan PC atau Server di lokasi camera. Cukup kamera dipasang dan dihubungkan ke jaringan komputer yang ada di lokasi tersebut. Hal ini tentunya menjadikan sistem ini lebih ekonomis dan fleksibel dibandingkan cctv.
Orite IP-Camera dilengkapi pula dengan fitur motion detection trigger yang akan mendeteksi adanya pergerakan objek di layar monitoring, dan selanjutnya kamera dapat langsung mencatat / log bahkan secara otomatis mengirimkan e-mail maupun via FTP pemberitahuan bahwa terdapat pergerakan yang mungkin perlu dicek lebih lanjut.
Orite IP Camera dilengkapi pula dengan built-in Microphone sehingga tidak hanya mampu merekam dan menampilkan video tetapi juga suara. Kamera ini dilengkapi dengan built-in web server di dalamnya sehingga monitoring, termasuk konfigurasi dan kontrolnya langsung dilakukan dari komputer secara remote menggunakan program browser internet seperti misalnya : MS Internet Explorer darimana saja kapan saja.
Gambar / screenshot dengan format standar JPEG dan perekaman video ke format AVI dapat disimpan ke harddisk untuk penayangan lebih lanjut. Untuk keamanan pemakaian dan kontrolnya, disediakan pengaturan user dan password sehingga dapat dikontrol siapa saja yang berhak dan dapat mengakses kamera termasuk mengkontrolnya. Untuk kualitas tampilan, disediakan pilihan resolusi yaitu : 640x480, 352x288, 160x120, atau 320x240. Untuk fleksibilitas monitoring, dari program browser dapat ditampilkan hingga 9 layar monitor dari 9 kamera yang berbeda.
Karena dengan sistem Orite IP-Camera ini monitoring dapat dilakukan dengan memanfaatkan jaringan lokal yang sudah ada. Di perkantoran yang telah memiliki jaringan komputer untuk operasionalnya, maka pemanfaatan sistem monitoring ini merupakan pilihan yang sangat tepat karena mudah, simple dan murah.
Untuk monitoring di jaringan lokal/intranet baik dengan infrastruktur kabel maupun wireless (802.11x) , kualitas bisa mencapai full motion video dengan frame rate mencapai 25 hingga 30 fps (frame rate per sekon). Untuk monitoring via internet dengan terdedikasi ADSL Modem, bandwidth minimal 128 Kbps, frame rate dapat mencapai juga 25-30 fps. Apabila memanfaatkan standar dial-up modem, frame rate hanya mencapai 2 fps, sehingga tampilan terlihat patah-patah dan tidak full motion.
Dengan berbagai fitur yang ada, Orite IP-Camera menjadi salah satu pilihan untuk pengembangan sistem monitoring baik di perkantoran, publik area, maupun untuk kepentingan pribadi di rumah tinggal. Kesederhanaan, fleksibilitas, nilai ekonomisnya menjadi kekuatan di antara berbagai pilihan teknologi yang ada. Terlebih untuk kebutuhan remote monitoring dengan lokasi yang cukup jauh, fitur akses via internet dari kamera tersebut dan ketersediaan infrastruktur koneksi internet yang semakin mudah, menjadikan kamera ini pilihan tepat untuk diimplementasikan. Harga per unit camera yang hanya berkisar Rp. 930 ribu-an juga akan dapat menekan anggaran untuk implementasi sistem monitoring. .
Selesai